Kamis, 10 Maret 2011

Namaku pariyem aku bukan karya sastra aku adalah mahluk nyata nasipku memang bukan setenar yang orang baca tapi aku punya nasib yang tidak bisa aku kubangakan aku sudah menjanda selama 5 tahun suamiku pergi dengan sesosok tubuh molek yang selalu datang subuh buta selalu lalu lalang disamping jalanan ibu kota dengan rok pendek dan harga yang bertarif rendah sampai yang berkelas
Entah apa yang menjadi nilai lebih dari wanita itu padahal aku seribu kali lebih baik dari dirinya aku diam dirumah melayani satu pria dalam semalam bukan seribu pria yang berbeda keinginan
Tapi mengapa sang raja yang selalu aku bangakan memilih dia .apa yang kuarang dengan servis yang aku berikan apadahal segala macam gaya aku pelajari apa yang ia suruh aku lakukan Walaupun hati menjerit merasa jijik dengan keingginan yang raja perintahkan tapi aku hanya bisa terdiam dan menerima segala perlakuna yang engkau berikan aku selalu memnandang tangisan kecil yang aku punya entah itu hasil cinta atau hasil penyiksaan
Karena ratih anakku yang lahir 3 tahun yang lalu aku tidak berani menggungkapkan apa yang tidak aku suka .dia selalu menanyakan kapan bapaknya datang setiap malam jawaban yang aku berikan sama
“bapak pulang sebentar lagi”
Walau dalam hati sudah tak mau mengurusi entah kapan dia pulang .semenjak malam itu malam dimana dia datang dengan kedaan mabuk berat mengandeng seorang wanita berrok mini berbaju seksi semenjak itu aku mulai membencinya membenci dengan sepenuh hati.aku menahan semuanya dalam hati yang paling dalam sehingga tak akan pernah ada orang yang akan mengusiknya.paling hanya ibuku yang selalu menanyakan apakah akau akan bahagia dengan pilihan yang aku jalani sekarang pilihan yang sebenarnya tak pernah aku pilih dengan sepenuh hati .aku mau menikah denga bapak ratih karena sebuah wasiat yang akan membuatku menangis saat aku berumur 21 aku mengalami peristiwa yang sangat tak pernah aku sangka saat aku plang kerja jantungku serasa mau keluar melihat semua orang menengis tanpa aku tahu penyebabnya dan saat aku masukkan kaki kedalam rumah aku terheran-heran ayah yang tadi pagi masih memberikan senyum teridahnya sekarang telah terbujur lemas seakan nyawa yang telah menemaninya terbang terbawa angina…tanpa ada yang aku pikir ku peluk erat tubuh ayang yang semakin mendingin air mata seakan menetes tanpa henti..
“ayah…ayah!!!” sambil mengoyak tubuh itu aku tak henti memangil namanya,terikan demi teriakan membuat orang yang ada mencoba dan memaksa aku untuk meninggalkan tubuh ituaku menikah dengan kehendak dan disaksikan ayah yang menjadi wali untuk terahir kalinya,tanpa aku kenal sebelumnya aku sanagat rela harus menikah dengan dia dan meninggalkan pacar yang aku sayang selama ini selama 7 tahun aku pacari..tangisan demi tangisan selalu keluar menyesali semuanya sampai sekarang tangisan ini juga yang akan bicara tentang segalanya.
Aku kecewa ingin aku menagis dengan nada yang keras dan meneriakan apa yang aku rasakan kini semuanya hanya masa laluku paling tepatnya sedikit dari masa laluku kini .aku menjalani hidup sendiri dengan segala yang aku punya walau tidak sehebat dulu tidak ada yang akan menunggu servis ku aku cacat karena siksaan yang telah aku terima karena sebuah kenyataan yang aku ungkapkan ratih sekarang diasuh oleh ayah dan ibunya yang baru ia merebutnya dariku semuanya semua tanpa batasan yang aku inginkan ,jika setiap malam aku mendoakanmu untuk dapat memberikan sebuah kebahagiaan kepada ratih .hanya itu yang biisa aku lakukan dengan menunggu kaki ini dapat berjalan seperti sedia kala orang tuaku sangat sadar dengan keadaan yang telah aku alami selama ini mereka sangat berusaha membuat senyum yang pernah menggembang dibiir ini embali dan akupun berusaha mewujudkan apa yang mereka inginkan mestipun sebuah keperihan yang aku rasakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar