saat cairan kental transparan membanjiri perutku aku tak merasakannya haya kesakitan dalam wajah yng kau hancurkan...aku tak pernak mengerti sjak kapan kau memiiki sikap itu menyakitiku dulu baru memakanku idup-hidup apakah penah kaupikir kenikmatankah yang aku dapat aau hanya keskitan yng aku pikirkan 4 tahun kita berumah tangga aku tak pernah meenanyakan sebab an kapan kau memulai itu semua aku hanya menerima >>
kemarin aku duduk ditaman melihat lajang bercumbu mesra mencium kening pasangannya dengan ketulusan aku ingin mendapatkan itu...
sesampai diapartermen aku melihat wanita yg di nikmati tubuhnya dengan kehalusan olh kmbang aku tak berani meoleh hanya pantulan dari kaca lif aku melihatnya ingin aku gantikan posisi wanita itu seakan aku yng merasakan semua...sampai aku bertemu dengan dirga pria yang dapat memuaskanku dalam segalanya memang ini adalah dosa tapi dosa yng dapat memcahkan kepala...dia selalu mencumbuku dengan senyuman kecil ia tak perduli dengan keadaan qyg penuh dengan darah setelah ia pukuli tak perduli dengan lebam2 yng warnai tubuh ini ..ia melindungiku dalam dekapan kehangata...kehangatan yg aku damba saat meliahat orang yg berbeda
Tidak ada komentar:
Posting Komentar